MEMULAI USAHA DARI NOL DAN MENJADI MILIARDER
 |
| Sukses Itu Pilihan |
Kesuksesan seseorang memang tidak dapat dilihat dari seberapa besar
modal yang ia keluarkan dalam memulai bisnisnya. Banyak orang yang
memulai bisnisnya dengan modal yang cukup besar namun kandas di tengah
jalan dan tak dapat membangunnya kembali, dan sebaliknya ada beberapa
oaring yang meraih kesuksesan tanpa modal yang dikeluarkan. Ambisi dan
kreatifitas selalu menghasilkan harapan di hati dan pikiran mereka yang
bercita-cita jadi entrepreneur.
Lima orang ini merupakan mereka yang hidup dalam mimpi. Dari latar
belakang sederhana, mereka dinobatkan menjadi orang-orang terkaya di
planet ini. Tidak mempercayai siapapun yang merendahkan, pantang
menyerah, dan rela bekerja keras, mereka berhasil merealisasikan ide-ide
hebat.
Seperti dilansir dari laman inc.com, berikut kisah inspiratif dari lima orang miliarder tersebut:
1. Howard Schultz
Merupakan anak dari ayah dan ibu yang putus
sekolah dan seorang sopir truk, Schultz yang sekarang merupakan CEO
Starbucks dibesarkan di perumahan kumuh di Brooklyn. Ia merupakan orang
pertama di keluarganya yang berhasil kuliah.
Melalui bukunya, Pour Your Heart Into It: How Starbucks Built a
Company One Cup at a Time, ia menceritakan usahanya bekerja sebagai
bartender, menjual darah, hingga meminjam uang untuk biaya kuliah.
Setelah menjadi agen penjual peralatan dapur, ia bekerja di bagian
marketing di sebuah toko kecil bernama Starbucks. Lalu saat ide membuat
bar espresso ditolak oleh atasannya, Schultz lantas membangun toko
saingan.
Dua tahun kemudian pada 1987, ia membeli Starbucks dengan harga US$
3,8 juta atau setara Rp 49,286 juta. Penjualan Starbucks kini mencapai
US$ 15 miliar per tahun. Kini, jumlah kekayaan Schults mencapai US$ 2,2
miliar.
2. Oprah Winfrey
Oprah sudah tentu mengenal kerasnya kehidupan
sejak usia muda. Menjadi korban perkosaan, kehamilan usia remaja, dan
dibesarkan oleh ibunya yang seorang janda dalam kemiskinan di
Mississippi era 50 sampai 60-an.
Pada usia 32, Oprah mendapat kesempatan mempunyai acara TV sendiri,
di mana posisi itu dipegangnya sampai 25 tahun. Bisnis itu mengangkatnya
menjadi miliarder dunia. Dengan kesuksesan Harpo Productions dan Oprah
Winfrey Network, kini estimasi kekayaannya US$ 2,9 miliar.
3. Larry Ellison
Di masa kanak-kanaknya, Ellison dibesarkan oleh
sanak keluarga yang merupakan imigran di bagian Selatan Chicago. Menurut
biografinya, Ayah angkatnya pernah menyebutnya 'anak yang tidak bisa
mencapai apa-apa'. Setelah ibu kandungnya meninggal, Ellison keluar dari
University of Illinois di tahun keduanya tanpa mengikuti ujian.
Setelah salah perhitungan startup dengan perusahaan lain, Ellison dan
dua rekannya menemukan Software Development Laboratories dengan
investasi pribadi masing-masing yang digabungkan dengan jumlah US$
2.000.
Pada 1983, perusahaannya diubah namanya menjadi Oracle Systems
Corporation, dari nama produk utamanya, database Oracle. Kini, kekayaan
Ellison berjumlah US$ 51,5 miliar. Di usianya yang 70 tahun, Ellison
belum menunjukkan tanda-tanda akan pensiun.
4. Jeff Bezos
Di usia anak-anak , Bezos bekerja keras di pertanian
milik kakeknya dekat Albuquerque, melakukan pekerjaan seperti mengatur
pipa dan mem-vaksin hewan ternak. Saat remaja, ia mendapat pekerjaan
musim panas di McDonald, hanya setahun sebelum ia menunjukkan bakat
wirausaha dengan meluncurkan perkemahan sains anak-anak dengan pungutan
biaya US$ 600 per anak.
Bezos lulus dari Princetom pada 1986, namun ia belum menemukan
kesuksesan hidup sebelum meninggalkan pekerjaan bergengsinya dan
mendirikan situs Amazon pada 1994. Pada awal 2000-an, kepopuleran Amazon
meledak. Kini, kekayaan Bezos berjumlah US$ 29,7 miliar
.
5. Jan Koum
Koum yang merupakan imigran datang ke Amerika Serikat
(AS) di usia 16 bersama Ibu dan neneknya. Keluarga ini tinggal di
apartemen dua kamar di Mountain View, California.
Untuk menghidupi mereka, Ibu Koum bekerja sebagai pengasuh anak,
sementara Kou, saat remaja bekerja di pasar swalayan. Ia belajar
programming komputer di luar jam kerjanya. Hal ini mengantarkannya
belajar di San Jose State University saat usianya 18 tahun.
Dia bekerja sebagai tester keamanan untuk membantunya bayar sekolah
dan berhasil mendapat posisi di Yahoo tahun 1997. Pada awal 2009, ia dan
rekannya, Brian Acton, meluncurkan aplikasi telepon genggam komunikasi
antar platform yaitu WhatsApp. Aplikasi itu terjual ke Facebook sebesar
US$ 19 miliar.(vaa)